( أَرْكَانُ الذَّبْحِ ) بِالْمَعْنَى الْحَاصِلُ بِالْمَصْدَرِ أَرْبَعَةٌ ذَبْحٌ وَذَابِحٌ وَذَبِيحٌ وَآلَةٌ
Kewajiban dalam menyembelih ada empat. 1. Perbuatan menyembelih dengan sengaja. 2. Orang yang menyembelih. 3. Hewan yang disembelih. 4. alat menyembelih (pisau).
Tajamkan pisau
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ » (رواه مسلم)
Sabda Nabi: “Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal. Jika membunuh maka lakukan dengan baik. Jika menyembelih maka lakukan dengan baik. Tajamkan pisau dan menyenangkan sembelihannya” (HR Muslim)
Memutus Nafas Dan Tenggorokan
Dalam menyembelih harus memutus 2 hal, yaitu:
( فَالذَّبْحُ قَطْعُ حُلْقُومٍ ) وَهُوَ مَجْرَى النَّفْسِ ( وَمَرِيءٍ ) وَهُوَ مَجْرَى الطَّعَامِ
“Memutus Hulqum atau jalannya nafas dan putusnya Mari’ atau jalannya makanan”
baca Juga :Tidak Alami Stress, Daging Kurban Akan Lebih Berkualitas
Menyembelih Unta Berdiri
( وَسُنَّ نَحْرُ إبِلٍ ) فِي لَبَّةٍ وَهِيَ أَسْفَلُ الْعُنُقِ لِأَنَّهُ أَسْهَلُ لِخُرُوجِ رُوحِهَا بِطُولِ عُنُقِهَا ( قَائِمَةً مَعْقُولَةَ رُكْبَةٍ )
Menyembelih unta di bawah leher dalam keadaan berdiri dan lutut diikat
Selain Unta Direbahkan
(وَذَبْحُ نَحْوِ بَقَرٍ ) كَغَنَمٍ وَخَيْلٍ فِي حَلْقٍ وَهُوَ أَعْلَى الْعُنُقِ لِلِاتِّبَاعِ ( مُضْجَعًا لِجَنَبٍ أَيْسَرَ ) لِأَنَّهُ أَسْهَلُ عَلَى الذَّابِحِ فِي أَخْذِهِ السِّكِّينَ بِالْيَمِينِ وَإِمْسَاكِهِ الرَّأْسَ بِالْيَسَارِ
Menyembelih Sapi dan kambing adalah memyembelih tenggorokan di leher atas, berbaring ke arah kiri supaya lebih mudah untuk memegang pisau dengan tangan kanan dan memegang kepala hewan dengan tangan kiri
( مَشْدُودًا قَوَائِمُهُ غَيْرَ رِجْلٍ يُمْنَى ) لِئَلَّا يَضْطَرِبَ حَالَةَ الذَّبْحِ فَيَزِلُّ الذَّابِحُ بِخِلَافِ رِجْلِهِ الْيُمْنَى فَتُتْرَكُ بِلَا شَكٍّ لِيَسْتَرِيحَ بِتَحْرِيكِهَا
Kaki-kakinya diikat, kecuali kaki kanan. Agar tidak berontak saat disembelih. Yang dapat membahayakan penyembelih. Berbeda dengan kaki kanan, maka dibiarkan agar dapat bergerak
Anjuran Saat Menyembelih
( و ) أَنْ ( يُوَجِّهَ ذَبِيحَتَهُ ) أَيْ مَذْبَحَهَا ( لِقِبْلَةٍ ) وَيَتَوَجَّهَ هُوَ لَهَا أَيْضًا ( و ) أَنْ ( يُسَمِّيَ اللَّهَ وَحْدَهُ )
Hewan dihadapkan ke kiblat, demikian halnya yang menyembelih. Dan dianjurkan menyebut nama Allah (Bismillah)
Jangan Langsung Menguliti
يُكْرَهُلِلْإِنْسَانِإذَاذَبَحَشَاةًمَثَلًاأَنْيَسْلُخَمِنْهَاشَيْئًاأَوْيَقْطَعَمِنْهَاشَيْئًاقَبْلَزَهُوقِرُوحِهَابَلْيَتْرُكُهَاحَتَّىتَبْرُدَوَتَخْرُجَرُوحُهَالِأَنَّهُعَلَيْهِالصَّلَاةُوَالسَّلَامُفَعَلَهُوَمَضَىعَلَيْهِالْعَمَلُفَإِنْقَطَعَأَوْسَلَخَمِنْهَاشَيْئًاقَبْلَمَوْتِهَافَقَدْأَسَاءَوَتُؤْكَلُمَعَمَاقَطَعَهُمِنْهَا
Makruh bagi seseorang yang menyembelih kambing, misalnya, untuk menguliti atau memotong bagian tubuh kambing sebelum benar-benar mati, dianjurkan untuk dibiarkan hingga mati dan ruhnya telah keluar. Sebab Nabi melakukan demikian dan dilakukan oleh umat Islam. Jika memutus atau menguliti sebelum mati, maka ia berbuat keburukan, namun boleh dimakan” (Al-Kharasyi, Syarah Mukhtashar Khalil 8/433). (Lutfi Kholil/JunaSr)
[*]Dikutip dari kitab Hasyiyah Al-Jamal (22/79)Sumber :nahdlatululama.id